Barcelona vs Real Madrid: Akhir dari Perjalanan Xabi Alonso

Perpisahan Xabi Alonso dengan Real Madrid

Liputan6.com, Jakarta – Pertandingan Barcelona vs Real Madrid di final Piala Super Spanyol menjadi penutup kisah Xabi Alonso bersama El Real. Kurang dari 24 jam setelah kekalahan dramatis dari Barcelona, Madrid mengumumkan bahwa mereka berpisah dengan Alonso.

Alonso, pelatih berusia 44 tahun itu, baru menangani Los Blancos selama tujuh bulan setelah meninggalkan Bayer Leverkusen. Klub menyebut perpisahan ini sebagai keputusan bersama, sementara Alvaro Arbeloa ditunjuk sebagai pelatih interim.

Penilaian dari Legenda Valencia

Legenda Valencia, Gaizka Mendieta, memberikan penilaian blak-blakan terkait kegagalan Alonso. Menurutnya, filosofi pressing tinggi dan permainan kompak ala Leverkusen sulit diterapkan di Real Madrid. Madrid memiliki DNA berbeda di mana tim sering kehilangan bentuk di fase tertentu pertandingan.

Mendieta menegaskan bahwa tuntutan kemenangan instan sering bertentangan dengan proses di Real Madrid. Alonso, menurutnya, terjebak di antara idealisme taktik dan realitas klub super besar.

Kesan Positif di Ruang Ganti

Meski masa baktinya singkat, Alonso meninggalkan kesan positif di ruang ganti. Kylian Mbappe, top skor Madrid musim ini, mengungkapkan rasa terima kasihnya lewat media sosial Instagram. Ia memuji kepercayaan yang diberikan Alonso sejak hari pertama.

Arda Guler juga menyatakan bahwa Alonso berperan besar dalam perkembangan permainannya. Dukungan dari para pemain menunjukkan bahwa masalah Alonso bukan pada relasi personal, melainkan pada hasil dan ekspektasi besar yang selalu menyelimuti Real Madrid.

Harapan di Masa Depan

Meski gagal di Madrid, banyak pihak yakin karier kepelatihan Alonso masih panjang. Legenda Liverpool, John Arne Riise, bahkan percaya Alonso suatu hari akan melatih The Reds.

Riise menilai Alonso memiliki aura dan karakter yang dibutuhkan seorang manajer besar, sama seperti Steven Gerrard. Saat ini, Alonso memilih rehat sejenak dari hiruk-pikuk sepak bola, namun pengalaman pahit di Madrid bisa menjadi pelajaran berharga baginya.

Dunia kepelatihan penuh paradoks, gagal di satu raksasa bisa jadi sukses di raksasa lain. Nama Xabi Alonso jelas belum selesai, dan banyak yang menanti langkah selanjutnya dari mantan pemain tengah yang kini beralih menjadi pelatih berbakat.

Perjalanan Karier Xabi Alonso di Real Madrid

Xabi Alonso, yang menjadi ikon Real Madrid selama tujuh bulan singkatnya, menghadapi tantangan yang kompleks saat menangani klub raksasa Spanyol tersebut. Dengan filosofi dan gaya permainan yang berbeda dari tim sebelumnya, Alonso berusaha mengubah pola permainan Madrid agar lebih efektif. Namun, tuntutan untuk meraih kemenangan instan sering kali bertentangan dengan proses yang dibutuhkan untuk membangun tim yang solid.

Meskipun hasil yang dicapai tidak sesuai dengan ekspektasi, Alonso meninggalkan kesan positif di ruang ganti. Para pemain seperti Kylian Mbappe dan Arda Guler mengakui kontribusi Alonso dalam pengembangan permainan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara Alonso dan para pemain cukup kuat, meskipun hasil di lapangan tidak selalu memuaskan.

Refleksi atas Kegagalan di Real Madrid

Kegagalan Xabi Alonso di Real Madrid menjadi bahan refleksi yang berharga bagi dunia sepak bola. Hal ini menunjukkan bahwa sulitnya mengelola klub sebesar Madrid, yang memiliki sejarah dan ekspektasi tinggi. Meskipun Alonso telah membuktikan kemampuannya sebagai pemain, perjalanan kepelatihannya masih jauh dari sempurna.

Dengan pengalaman pahit yang dia dapatkan di Madrid, Alonso dapat memetik pelajaran berharga untuk karier kepelatihannya ke depan. Paradoks dunia kepelatihan yang mencakup keberhasilan dan kegagalan adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan seorang pelatih, dan Alonso bukanlah satu-satunya yang mengalami tantangan ini.

Harapan dan Prediksi di Masa Depan

Di tengah spekulasi dan harapan, banyak pihak yakin bahwa Xabi Alonso masih memiliki potensi besar sebagai pelatih. Dukungan dari mantan rekan setimnya, seperti John Arne Riise, menunjukkan keyakinan mereka akan kemampuan Alonso untuk sukses di dunia kepelatihan.

Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya sebagai mantan pemain top, Alonso memiliki modal kuat untuk melangkah ke depan dan mencapai kesuksesan sebagai seorang pelatih. Meskipun masa depannya masih belum pasti, namun banyak yang menantikan langkah selanjutnya dari Xabi Alonso dalam karier kepelatihannya yang menjanjikan.

Dengan semangat dan tekad yang kuat, Xabi Alonso siap menghadapi tantangan berikutnya dan membuktikan potensinya sebagai salah satu pelatih muda berbakat di dunia sepak bola. Prediksi bagi masa depannya pun menjanjikan, dengan harapan bahwa Alonso akan mencapai kesuksesan yang gemilang dalam karier kepelatihannya.