Kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid: Bukti Nyata Kekuasaan Florentino Perez yang Tak Terbantahkan

Xabi Alonso Mengakhiri Masa Jabatannya Sebagai Pelatih Real Madrid Setelah Kekalahan di Final Piala Super Spanyol

Xabi Alonso, mantan gelandang legendaris Real Madrid, baru-baru ini mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih kepala tim utama Los Blancos setelah hanya tujuh bulan. Keputusan mengejutkan ini diumumkan pada 12 Januari 2026, sehari setelah kekalahan pahit Real Madrid dari rival abadi, Barcelona, di final Piala Super Spanyol. Peristiwa ini tidak hanya menandai berakhirnya era singkat Alonso, tetapi juga kembali menyoroti dominasi tak tergoyahkan Presiden Florentino Perez dalam setiap keputusan strategis klub.

Mengapa Xabi Alonso Mengundurkan Diri?

Alonso, yang ditunjuk pada Juni 2025 menggantikan Carlo Ancelotti, datang dengan reputasi cemerlang setelah sukses besar membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga dan DFB-Pokal pada tahun 2024. Namun, harapan tinggi yang menyertai kedatangannya pupus di tengah jalan, menyisakan pertanyaan besar tentang faktor-faktor di balik kepergiannya yang mendadak. Kekalahan di final Piala Super Spanyol menjadi pemicu utama, namun masalah internal dan inkonsistensi performa tim juga turut andil dalam keputusan sulit ini.

Di balik layar, peran Florentino Perez disebut-sebut sebagai kunci utama di balik dinamika ini. Presiden yang dikenal dengan julukan “pengambil keputusan utama” ini memiliki sejarah panjang dalam pergantian pelatih yang cepat, terutama jika hasil di lapangan tidak sesuai ekspektasi. Kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid, dengan demikian, menjadi bukti nyata betapa berkuasanya Florentino Perez dalam memegang kendali penuh atas klub raksasa Spanyol tersebut.

Rekam Jejak Xabi Alonso Bersama Real Madrid

Xabi Alonso mengambil alih kursi kepelatihan Real Madrid pada Juni 2025, membawa harapan baru setelah kesuksesan gemilang bersama Bayer Leverkusen. Ia datang dengan rekam jejak impresif, berhasil mengantarkan Leverkusen meraih gelar Bundesliga dan DFB-Pokal yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2024. Namun, masa jabatannya di Santiago Bernabeu ternyata sangat singkat, hanya bertahan sekitar tujuh bulan atau 232 hari, dengan total 34 pertandingan yang dipimpinnya.

Pemicu langsung kepergian Alonso adalah kekalahan 3-2 Real Madrid dari Barcelona di final Piala Super Spanyol pada 11 Januari 2026. Meskipun timnya menunjukkan perlawanan sengit, hasil ini menjadi titik balik yang memicu keputusan klub. Selain kekalahan tersebut, masa kepelatihan Alonso juga diwarnai oleh kurangnya konsistensi dalam permainan dan hasil, meskipun ia mencatatkan tingkat kemenangan yang cukup tinggi, yaitu 74%.

Faktor-faktor Penyebab Kekalahan Xabi Alonso

Sejumlah faktor dapat menjadi penyebab kekalahan dan pengunduran diri Xabi Alonso dari Real Madrid. Selain tekanan dari hasil di lapangan, masalah internal dalam tim dan hubungan dengan pemain juga memiliki dampak yang signifikan. Alonso mungkin menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan kekuatan dan karakter dalam skuad, serta mengelola ego dan harapan yang tinggi dari para bintang klub.

Selain itu, adaptasi Alonso terhadap gaya permainan Real Madrid yang cepat dan agresif mungkin tidak berjalan sesuai keinginan. Transisi dari Bundesliga ke La Liga bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika menghadapi rivalitas sengit dengan Barcelona dan Atletico Madrid. Hal ini menunjukkan pentingnya faktor kecocokan antara gaya permainan seorang pelatih dengan filosofi dan kebutuhan klub.

Dampak Kekalahan Terhadap Citra Real Madrid

Kekalahan yang ditanggung Real Madrid di final Piala Super Spanyol bukan hanya berdampak pada posisi Xabi Alonso, tetapi juga mencoreng citra dan reputasi klub. Sebagai salah satu klub terbesar di dunia, ekspektasi terhadap kemenangan selalu tinggi. Kegagalan meraih trofi dapat menimbulkan kekecewaan dari para fans, sponsor, dan seluruh stakeholder klub.

Selain itu, kekalahan ini juga membuka ruang diskusi dan spekulasi lebih lanjut tentang arah dan visi klub ke depan. Apakah strategi yang dijalankan oleh manajemen, termasuk keputusan penggantian pelatih, benar-benar sesuai dengan tujuan jangka panjang Real Madrid? Hal ini menjadi pertanyaan yang perlu ditinjau lebih lanjut untuk memastikan stabilitas dan keberlanjutan kesuksesan klub di masa depan.

Potensi Pengganti Xabi Alonso

Dengan kepergian Xabi Alonso, Real Madrid kini berada dalam situasi pencarian pelatih baru untuk mengisi posisi tersebut. Sejumlah kandidat potensial telah muncul, termasuk mantan pemain Real Madrid sendiri atau pelatih berpengalaman dari luar klub. Pemilihan pelatih yang tepat akan menjadi kunci bagi kesuksesan dan stabilitas tim ke depan.

Ketepatan dalam menerapkan filosofi permainan, kemampuan dalam manajemen tim, serta pengalaman dalam meraih trofi akan menjadi pertimbangan utama dalam proses seleksi. Real Madrid harus memastikan bahwa pengganti Alonso dapat membawa klub kembali ke jalur kemenangan dan meraih kesuksesan di berbagai kompetisi yang diikuti.

Dengan demikian, proses pemilihan pelatih baru untuk menggantikan Xabi Alonso akan menjadi langkah strategis yang penting bagi Real Madrid dalam membangun masa depan yang lebih cerah.