Manchester United Dipermalukan Tim Kasta Keempat, Formasi Ruben Amorim Jadi Sorotan

Liputan6.com, Jakarta Manchester United kembali menuai kritik usai tersingkir dari Carabao Cup oleh Grimsby Town, Kamis (28/8/2025) dini hari WIB. Laga yang berakhir 2-2 dan dilanjutkan adu penalti menjadi mimpi buruk bagi Setan Merah.
Hasil tersebut mencerminkan masalah mendasar dalam strategi dan taktik tim. Kegagalan menyelesaikan laga sebelum adu penalti menimbulkan pertanyaan soal kepemimpinan pelatih Ruben Amorim.

Banyak analis menyoroti keputusan taktis yang dianggap aneh dan tidak efektif. Mantan pemain United pun ikut mengkritik pendekatan yang diterapkan di lapangan.

Kini perhatian tertuju pada masa depan pelatih asal Portugal itu. Apakah hasil buruk ini akan memengaruhi posisinya di Old Trafford?Mantan bek Manchester United Phil Jones menyoroti formasi 3-4-2-1 yang diterapkan Amorim saat menghadapi Grimsby. Mereka menilai penggunaan lima bek terlalu berlebihan melawan tim yang lebih lemah.
Jones menilai perubahan posisi Mason Mount tidak diikuti penyesuaian formasi yang tepat. Hal ini membuat lini depan tidak optimal dalam menekan pertahanan lawan.
“Saat mereka memasukkan Mason Mount di posisi itu, mereka tetap menggunakan lima bek,” kata Phil Jones kepada Sky Sports.
“Kami sedang membangun lima bek melawan Grimsby. Kami berada di tepi kotak, dan pemain cadangan seharusnya ada di depan untuk menekan lebar atau melalui tengah,” lanjut Jones.Mantan pemain West Ham Jobi McAnuff juga menyayangkan keteguhan Amorim pada formasi tersebut. Ia menilai hal itu membatasi fleksibilitas tim dalam menghadapi situasi pertandingan.
“Tampaknya gila dia begitu terpaku pada formasi ini dalam kondisi apa pun,” ujar McAnuff.
“Dia memaksa pemain menempati posisi tertentu sesuai kondisi pertandingan. Ini benar-benar membingungkan saya.
“Tapi di sini formasi tetap sama meski ada perubahan posisi. Itu membuat permainan menjadi aneh,” tambahnya.