Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir Apresiasi Kesuksesan Penyelesaian Dualisme Sepak Takraw
Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir memberikan apresiasi yang tinggi terhadap keberhasilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam menyelesaikan dualisme kepengurusan cabang olahraga (cabor) sepak takraw secara nasional.
Menpora Erick menyambut baik berakhirnya dualisme ini, yang merupakan hasil dari instruksi yang ia berikan pada Oktober 2025 lalu untuk menyelesaikan semua dualisme kepengurusan cabor.
Pengakuan Kepengurusan PSTI
Setelah melalui serangkaian proses, Pengurus Besar (PB) Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) periode 2025-2029 di bawah kepemimpinan Surianto telah ditetapkan sebagai kepengurusan sepak takraw yang diakui secara nasional dan internasional.
Menpora telah menerima surat pengakuan kepengurusan PSTI ini dari KONI dan KOI, menunjukkan keseriusan dalam menyelesaikan masalah dualisme di cabang olahraga sepak takraw.
Harapan Menpora untuk Cabor Lainnya
Menpora Erick berharap bahwa penyelesaian dualisme di PSTI dapat menjadi contoh bagi cabor-cabor lain yang mengalami dualisme kepengurusan. Tujuannya adalah untuk menciptakan kesatuan dan solidaritas dalam membangun prestasi olahraga nasional.
Menpora juga menegaskan bahwa dalam membangun olahraga, semua pihak harus bekerjasama dan memiliki tekad yang sama untuk mencapai roadmap 21 cabor unggulan. Tidak boleh ada lagi dualisme kepengurusan yang dapat merugikan atlet-atlet Indonesia.
Peningkatan Prestasi Olahraga
Dualisme di cabang olahraga telah merugikan atlet-atlet Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Contohnya adalah kasus dualisme yang pernah terjadi di cabang tenis meja, yang mengakibatkan atlet tidak dapat bertanding di SEA Games.
Namun, dengan penyelesaian masalah tersebut, atlet tenis meja Indonesia dapat kembali berkompetisi di SEA Games 2025 di Thailand. Menpora berharap bahwa dengan menyelesaikan masalah dualisme di berbagai cabang olahraga, prestasi olahraga Indonesia dapat terus meningkat dan mencapai hasil yang membanggakan di tingkat internasional.
Dengan kesatuan dan keseriusan dalam menyelesaikan dualisme kepengurusan, olahraga Indonesia memiliki potensi untuk meraih prestasi yang gemilang di berbagai kompetisi internasional. Semoga langkah-langkah yang diambil oleh KONI, KOI, dan pengurus cabor lain dapat menjadi contoh bagi cabang olahraga lainnya untuk menyatukan tekad demi memajukan prestasi olahraga Indonesia.
Prediksi Prestasi Sepak Takraw Indonesia Pasca Penyelesaian Dualisme
Dengan penyelesaian dualisme kepengurusan cabang olahraga sepak takraw, Indonesia diyakini akan mengalami peningkatan prestasi yang signifikan. Kini, dengan keberadaan pengurus yang sah dan diakui secara nasional dan internasional, para atlet sepak takraw Indonesia dapat mempersiapkan diri dengan lebih fokus dan stabil untuk menghadapi berbagai kompetisi baik di tingkat regional maupun internasional.
Prediksi prestasi untuk cabang olahraga sepak takraw Indonesia bisa mencapai puncaknya dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat. Dengan kesatuan dalam membangun prestasi, Indonesia memiliki potensi untuk bersaing dengan negara-negara lain di dunia dalam bidang sepak takraw.
Implikasi Positif Bagi Cabang Olahraga Lain
Keberhasilan menyelesaikan dualisme di cabang olahraga sepak takraw memberikan dampak positif bagi cabang olahraga lainnya. Hal ini menjadi momentum bagi KONI dan KOI untuk menyelesaikan dualisme kepengurusan di cabang-cabang olahraga lain yang masih mengalami konflik serupa.
Dengan adanya penyelesaian masalah dualisme, atlet-atlet Indonesia di berbagai cabang olahraga akan dapat berkonsentrasi sepenuhnya pada latihan dan persiapan kompetisi tanpa terganggu oleh masalah internal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas prestasi olahraga Indonesia secara keseluruhan.
Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Mendorong Prestasi Olahraga
Pemerintah dan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong prestasi olahraga Indonesia. Dukungan penuh dari pemerintah dalam penyediaan fasilitas dan program-program pembinaan atlet, serta dukungan moral dari masyarakat dalam memberikan semangat dan dukungan kepada para atlet, dapat menjadi kunci keberhasilan dalam meraih prestasi gemilang di kancah olahraga internasional.
Dengan tekad yang kuat dan kesatuan dalam menjaga solidaritas, Indonesia dapat menjadi kekuatan baru dalam dunia olahraga. Semoga dengan penyelesaian dualisme di cabang sepak takraw dan cabang olahraga lainnya, Indonesia dapat terus meraih prestasi yang membanggakan dan mengharumkan nama bangsa di mata dunia.


